Pemimpin Aktif: Pemimpin yang Bekerja, Bukan Dilayani

Kepemimpinan adalah proses ketika seseorang atasan mendorong bawahannya untuk berperilaku sesuai dengan keinginannya. Dalam kepemimpinan, pasti ada pengikut. Pemimpin itulah yang akan melindungi, mengarahkan, mengordinasi, mengomunikasikan, membimbing, dan memengaruhi pengikutnya.
Perhatikanlah kata-kata di atas! Kata yang melekat pada pemimpin adalah kalimat aktif, yaitu dengan awalan “me-“. Artinya, pemimpin itu harus aktif. Pemimpin harus bekerja, bukan dilayani. Jika ada seseorang yang dilayani, maka ia bukan seorang pemimpin. Pemimpin adalah orang yang memberikan pelayanan kepada pengikutnya. Ia selalu memberikan ide atau gagasan kepada pengikutnya untuk memberikan solusi atas permasalahan organisasinya.
Aktifnya seorang pemimpin dilihat dari cara kerjanya. Apakah ia mampu mengarahkan dan mengordinasikan kerja anggota kelompok, memengaruhi kelompok yang terorganisasi untuk mencapai tujuan, menitikberatkan pada sumber daya yang dimiliki kelompoknya untuk menciptakan peluang-peluang yang diinginkan, memunculkan hasil dari anggota tim dan kemampuan untuk membangun tim yang solid dan berorientasi bagi kelompok agar menjadi kelompok yang efektif, dan memecahkan masalah sosial.
Contoh sederhananya adalah seorang suami yang berdiskusi dengan istri untuk menyekolahkan anaknya. Ajakan suami untuk bermusyawarah adalah suatu pekerjaan pemimpin. Ia termasuk aktif karena melibatkan anggotanya, yaitu istri, dalam membicarakan kepentingan pendidikan bagi anaknya. Ia tidak egois dalam rumah tangga yang dikelolanya, namun memberikan alternatif-alternatif solusi atas permasalahan yang dihadapi. Jika seorang suami hanya minta beresnya saja atau yang penting anak sekolah dengan ibunya, maka ia sebenarnya pemimpin yang dilayani. Ia memasrahkan urusannya kepada pengikutnya, tidak memberikan gagasan, arahan, dan pengaruhnya kepada pengikutnya. Jadi, seorang pemimpin harus memahami permasalahan-permasalahan yang kompleks di lingkungannya. Seorang pemimpin juga harus up to date atas segala informasi dalam mencari sumber-sumber yang jelas untuk menyelesaikan segala perkara di organisasi.
Pilihlah pemimpin yang aktif, bukan pasif. Ia ada saat merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi, selalu memberikan arahan, motivasi, bimbingan, dan contoh yang terbaik untuk anggotanya, dinanti oleh anggotanya karena rindu dengan saran dan komentarnya atas tindakan yang telah dilakukannya, dan tidak mudah menyalahkan anggotanya.

0 Comments

Berikan Komentar

Login Sebelum Anda Komentar